JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) terus meningkatkan Bisnis remittance
(pengiriman uang) valuta asing (valas) di Kawasan Asia Tenggara. Hal
tersebut mengingat potensi bisnis tersebut masih menarik untuk digarap.
Chief Transaction Banking Officer CIMB Niaga Hendra Lembong mengatakan, besarnya potensi tersebut menjadikan bisnis remittance CIMB Niaga di Asia Tenggara terus meningkat. Hingga akhir September, transaksi remittance perseroan di kawasan ini tumbuh 26 persen dibandingkan periode yang sama pada 2012.
"Dari total transaksi remittance
CIMB Niaga di Asia Tenggara, Singapura, Malaysia, dan Thailand menjadi
tiga negara dengan total nilai transaksi terbesar," kata Hendra Lembong
dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/12/2013).
Saat ini, Hendra mengatakan CIMB Niaga menyediakan produk transfer valas dalam 130 mata uang asing untuk layanan remittance-nya. Layanan remittance
khusus untuk mata uang Ringgit Malaysia (MYR) dan Baht Thailand (THB),
termasuk menjadi salah satu layanan unggulan dari CIMB Niaga.
"Nasabah
dapat langsung menukarkan uang rupiahnya dengan sekali konversi ke MYR
atau ke THB dengan kurs jual beli yang kompetitif, tanpa perlu
menukarkan terlebih dahulu ke mata uang Dolar AS." jelasnya.
Selain itu, kata Hendra, CIMB Niaga juga menyediakan layanan remittance di hari yang sama tanpa biaya tambahan (dengan syarat dan ketentuan berlaku) untuk sejumlah mata uang regional.
"Nasabah yang menggunakan layanan ini juga akan lebih diuntungkan, baik dari sisi nilai tukar maupun waktu," kata Hendra.
Hendra menambahkan dengan dukungan jaringan regional di negara-negara ASEAN, nasabah juga dapat memanfaatkan pengiriman remittance
valas melalui fasilitas e-channel, yaitu CIMB Clicks dan
BizChannel@CIMB, maupun layanan Preferred Phone Banking 500800, yaitu
layanan phone banking khusus untuk nasabah Preferred dan Private Banking CIMB Niaga.
Ke depan, lanjut Hendra, CIMB Niaga akan terus mengembangkan beragam inovasi maupun fitur-fitur dalam layanan remittance sebagi langkah mengantisipasi pemberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.
"Ini
untuk mengantisipasi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015
mendatang, dan sejalan dengan visi induk usaha, CIMB Group, untuk
menjadi perusahaan terkemuka di ASEAN," tutupnya. (kie) (wdi)
sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/457/915874/bisnis-remittance-cimb-niaga-tumbuh-26
Minggu, 22 Desember 2013
2014, Neraca Perdagangan Diperkirakan Masih Defisit USD3 M
JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan
tahun depan masih mengalami perbaikan, terutama setelah pemerintah dan
Bank Indonesia (BI) mengeluarkan kebijakan untuk menekan impor. Kendati
demikian, neraca perdagangan masih akan defisit sekira USD3 miliar.
"Mungkin 2014 kita harap kembali ke defisit 2012 sekira USD3 miliar-an totalnya," kata Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih kepada Okezone.
Lana mengatakan, defist neraca perdagangan sepanjang 2013 akan mencapai sekira USD6 miliar. Namun, kata dia, dengan kebijakan BI menaikkan BI rate sebesar 175 basis poin sepanjang tahun ini serta kebijakan pemerintah menaikkan pajak barang impor maka defist tersebut akan bisa ditekan.
Menurutnya, jika kombinasi kedua kebijakan tersebut sukses maka akan mengurangi impor 20 hingga 30 persen dari nilai impor saat ini. Selain itu, dalam kurun waktu 1 hingga 2 bulan tahun depan neraca perdagangan akan surplus, namun secara keseluruhan akumulatif sepanjang tahun masih tetap defisit.
"Kalau misalnya itu kombinasi bisa sukses, diperkirakan bisa menurunkan impor yang saat ini sekitar 6 persen, saya kira bisa diturunkan 20 hingga 30 persen impor turun dari nilai sekarang. Saya juga melihat masih defisit tapi mengecil," tandasnya. (kie) (wdi)
Sumber :http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/20/915876/2014-neraca-perdagangan-diperkirakan-masih-defisit-usd3-m
"Mungkin 2014 kita harap kembali ke defisit 2012 sekira USD3 miliar-an totalnya," kata Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih kepada Okezone.
Lana mengatakan, defist neraca perdagangan sepanjang 2013 akan mencapai sekira USD6 miliar. Namun, kata dia, dengan kebijakan BI menaikkan BI rate sebesar 175 basis poin sepanjang tahun ini serta kebijakan pemerintah menaikkan pajak barang impor maka defist tersebut akan bisa ditekan.
Menurutnya, jika kombinasi kedua kebijakan tersebut sukses maka akan mengurangi impor 20 hingga 30 persen dari nilai impor saat ini. Selain itu, dalam kurun waktu 1 hingga 2 bulan tahun depan neraca perdagangan akan surplus, namun secara keseluruhan akumulatif sepanjang tahun masih tetap defisit.
"Kalau misalnya itu kombinasi bisa sukses, diperkirakan bisa menurunkan impor yang saat ini sekitar 6 persen, saya kira bisa diturunkan 20 hingga 30 persen impor turun dari nilai sekarang. Saya juga melihat masih defisit tapi mengecil," tandasnya. (kie) (wdi)
Sumber :http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/20/915876/2014-neraca-perdagangan-diperkirakan-masih-defisit-usd3-m
Dibayangi Profit Taking, IHSG Belum Mampu Sentuh 4.200
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG) sepanjang pekan kemarin berada di zona hijau. Meski di akhir
pekan, laju IHSG tersengat aksi ambil untung setelah terimbas pelemahan
laju bursa saham Amerika serikat (AS) namun, secara mingguan laju IHSG
masih positif.
Seperti diketahui, IHSG selama sepekan mengalami peningkatan 20,73 poin atau 0,50 persen, angka tersebut lebih baik dari pekan sebelumnya yang tercatat turut 5,96 poin atau 0,14 persen. Sementara itu, indeks sektoral mayoritas bergerak variatif dimana indeks aneka industri dan indeks industri dasar memimpin penguatan dengan kenaikan masing-masing 3,74 persen dan 0,83 persen.
Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, IHSG sepanjang pekan kemarin dihadapkan pada dua sisi mata uang yang berbeda dimana di satu sisi mendapat sentimen positif dengan pemulihan ekonomi AS dan Eropa yang terus berjalan hingga rilis pertemuan FOMC untuk memulai tappering off pada Januari 2014 namun, di sisi yang lain IHSG juga harus menghadapi sentimen dari dalam negeri berupa laju Rupiah yang masih terpenjara di zona merah.
"Di awal pekan, tidak banyak yang dapat kami sampaikan selain dari tren IHSG yang masih memperpanjang keberadaannya di lembah merah seiring belum adanya sentimen positif. Adanya imbas negatif dari rilis data Jepang dan China yang di bawah estimasi pelaku pasar membuat laju bursa saham Asia terkoreksi dan memberikan imbas negatif pada laju IHSG," jelasnya dalam riset, Minggu (22/12/2013).
Reza menambahkan, jelang rapat FOMC, laju HSG masih dapat mempertahankan kenaikannya meski dalam perdagangan intraday sempat sedikit melemah di bawah level 4.200 seiring mulai adanya aksi ambil untung namun, dengan berbalik arahnya laju bursa saham Eropa saat itu dan mulai rebound-nya kembali hampir mayoritas bursa saham Asia memberi tambahan angin segar bagi IHSG.
"Pasca dirilisnya hasil keputusan rapat FOMC yang baru akan mempertimbangkan melakukan tapering off pada Januari 2014 dan masih mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya membuat laju bursa saham Asia bergerak positif dan tentu saja memberikan imbas positif pada laju HSG yang masih dapat melanjutkan tren positifnya. Akan tetapi bila dilihat dalam intraday perdagangan masih ada kecenderungan pelemahan yang terjadi seiring masih adanya aksi jual," tambah dia.
Sepanjang pekan kemarin, asing mulai melakukan aksi beli senilai Rp268,06 miliar lebih baik dari pekan sebelumnya yang nett sell senilai Rp413 miliar. Sedangkan aksi jual masih berlanjut hingga akhir pekan seiring aksi ambil untung pasca dirilisnya hasil rapat The Fed tersebut. (kie) (wdi)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/278/915856/dibayangi-profit-taking-ihsg-belum-mampu-sentuh-4-200
Seperti diketahui, IHSG selama sepekan mengalami peningkatan 20,73 poin atau 0,50 persen, angka tersebut lebih baik dari pekan sebelumnya yang tercatat turut 5,96 poin atau 0,14 persen. Sementara itu, indeks sektoral mayoritas bergerak variatif dimana indeks aneka industri dan indeks industri dasar memimpin penguatan dengan kenaikan masing-masing 3,74 persen dan 0,83 persen.
Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, IHSG sepanjang pekan kemarin dihadapkan pada dua sisi mata uang yang berbeda dimana di satu sisi mendapat sentimen positif dengan pemulihan ekonomi AS dan Eropa yang terus berjalan hingga rilis pertemuan FOMC untuk memulai tappering off pada Januari 2014 namun, di sisi yang lain IHSG juga harus menghadapi sentimen dari dalam negeri berupa laju Rupiah yang masih terpenjara di zona merah.
"Di awal pekan, tidak banyak yang dapat kami sampaikan selain dari tren IHSG yang masih memperpanjang keberadaannya di lembah merah seiring belum adanya sentimen positif. Adanya imbas negatif dari rilis data Jepang dan China yang di bawah estimasi pelaku pasar membuat laju bursa saham Asia terkoreksi dan memberikan imbas negatif pada laju IHSG," jelasnya dalam riset, Minggu (22/12/2013).
Reza menambahkan, jelang rapat FOMC, laju HSG masih dapat mempertahankan kenaikannya meski dalam perdagangan intraday sempat sedikit melemah di bawah level 4.200 seiring mulai adanya aksi ambil untung namun, dengan berbalik arahnya laju bursa saham Eropa saat itu dan mulai rebound-nya kembali hampir mayoritas bursa saham Asia memberi tambahan angin segar bagi IHSG.
"Pasca dirilisnya hasil keputusan rapat FOMC yang baru akan mempertimbangkan melakukan tapering off pada Januari 2014 dan masih mempertahankan tingkat suku bunga rendahnya membuat laju bursa saham Asia bergerak positif dan tentu saja memberikan imbas positif pada laju HSG yang masih dapat melanjutkan tren positifnya. Akan tetapi bila dilihat dalam intraday perdagangan masih ada kecenderungan pelemahan yang terjadi seiring masih adanya aksi jual," tambah dia.
Sepanjang pekan kemarin, asing mulai melakukan aksi beli senilai Rp268,06 miliar lebih baik dari pekan sebelumnya yang nett sell senilai Rp413 miliar. Sedangkan aksi jual masih berlanjut hingga akhir pekan seiring aksi ambil untung pasca dirilisnya hasil rapat The Fed tersebut. (kie) (wdi)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/278/915856/dibayangi-profit-taking-ihsg-belum-mampu-sentuh-4-200
Oktober 2013, Utang Luar Negeri Indonesia USD262,4 Miliar
JAKARTA- Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan
utang luar negeri (ULN) Indonesia hingga Oktober 2013 masih menunjukkan
tren perlambatan. Adapun jumlah sebesar tersebut sebesar USD262,4 miliar
atau turun 5,8 persen secara year on year (yoy) dari bulan sebelumnya
yang mencapai 6,7 persen (yoy).
Mengutip dari Situs Bank Indonesia, Minggu (22/12/2013), perlambatan pertumbuhan ULN terjadi baik pada sektor publik maupun sektor swasta. Posisi ULN sektor publik pada Oktober 2013 mencapai USD125,8 miliar 0,5 persen (yoy) atau melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,1 persen, sementara ULN sektor swasta tumbuh stabil dibanding bulan sebelumnya sebesar 11,1 persen mencapai USD136,6 miliar.
Berdasarkan jangka waktu, komposisi ULN jangka panjang tetap stabil mendominasi ULN Indonesia pada Oktober 2013 sebesar USD216,1 miliar atau 82,4 persen dari total ULN, sedangkan ULN jangka pendek sebesar USD46,3 miliar.
ULN berjangka panjang pada Oktober 2013 tumbuh 5,1 persen secara yoy,lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan periode Januari-September 2013 sebesar 6,8 persen. Sementara ULN berjangka pendek tumbuh sebesar 8,8 persen, lebih lambat dari rata-rata pertumbuhan periode Januari-September 2013 sebesra 17,7 persen.
Dari sisi kepemilikan, peran dominan ULN jangka panjang terjadi baik pada ULN publik maupun ULN sektor swasta. ULN publik berjangka panjang mencapai USD118,8 miliar atau 94,4 persen dari total ULN sektor publik, sedangkan ULN sektor swasta berjangka panjang mencapai USD97,4 miliar atau 71,3 persen dari total ULN swasta.
ULN sektor swasta sebagian besar merupakan ULN swasta nonbank yaitu mencapai 83,8 persen, sedangkan ULN bank hanya mencapai 16,2 persen. Sedangkan dari sisi kreditur, sebagian ULN swasta merupakan utang kepada afiliasi yakni 34,8 persen dari total ULN swasta.
"Baik ULN swasta kepada afiliasi maupun nonafiliasi pada Oktober 2013 tumbuh sekitar 11 persen," tertulis dalam keterangan BI. (kie) (wdi)
Sumber : http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7997935676137747037#editor/target=post;postID=338032708900133107
Mengutip dari Situs Bank Indonesia, Minggu (22/12/2013), perlambatan pertumbuhan ULN terjadi baik pada sektor publik maupun sektor swasta. Posisi ULN sektor publik pada Oktober 2013 mencapai USD125,8 miliar 0,5 persen (yoy) atau melambat dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,1 persen, sementara ULN sektor swasta tumbuh stabil dibanding bulan sebelumnya sebesar 11,1 persen mencapai USD136,6 miliar.
Berdasarkan jangka waktu, komposisi ULN jangka panjang tetap stabil mendominasi ULN Indonesia pada Oktober 2013 sebesar USD216,1 miliar atau 82,4 persen dari total ULN, sedangkan ULN jangka pendek sebesar USD46,3 miliar.
ULN berjangka panjang pada Oktober 2013 tumbuh 5,1 persen secara yoy,lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan periode Januari-September 2013 sebesar 6,8 persen. Sementara ULN berjangka pendek tumbuh sebesar 8,8 persen, lebih lambat dari rata-rata pertumbuhan periode Januari-September 2013 sebesra 17,7 persen.
Dari sisi kepemilikan, peran dominan ULN jangka panjang terjadi baik pada ULN publik maupun ULN sektor swasta. ULN publik berjangka panjang mencapai USD118,8 miliar atau 94,4 persen dari total ULN sektor publik, sedangkan ULN sektor swasta berjangka panjang mencapai USD97,4 miliar atau 71,3 persen dari total ULN swasta.
ULN sektor swasta sebagian besar merupakan ULN swasta nonbank yaitu mencapai 83,8 persen, sedangkan ULN bank hanya mencapai 16,2 persen. Sedangkan dari sisi kreditur, sebagian ULN swasta merupakan utang kepada afiliasi yakni 34,8 persen dari total ULN swasta.
"Baik ULN swasta kepada afiliasi maupun nonafiliasi pada Oktober 2013 tumbuh sekitar 11 persen," tertulis dalam keterangan BI. (kie) (wdi)
Sumber : http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7997935676137747037#editor/target=post;postID=338032708900133107
Masuki Area Oversold, Rupiah Tak Bergerak di Level Rp12.000
JAKARTA - Laju nilai tukar Rupiah terhadap mata
uang dolar Amerika Serikat (AS) masih terbelenggu dalam zona merah
sepanjang sepekan kemarin. Kian dekatnya pertemuan the Fed, tidak
membuat laju Rupiah keluar dari area oversold malah makin tertekan.
"Pelaku pasar kian mencari mata uang yang dinilai save heaven, diantaranya dolar AS dan mungkin juga yen sehingga mata uang yang dinilai high risk seperti Rupiah kian ditinggalkan. Belum banyaknya pelaku pasar yang beralih kepada Rupiah membuat nilai tukarnya belum dapat menguat signifikan dan dolar masih bergerak menguat," ungkap Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada dalam risetnya, Minggu (22/12/2013).
Akan tetapi, penguatan dolar dapat diimbangi dengan apresiasi euro seiring rilis kenaikan trade balance Italia dan indeks manufacturing PMI serta service PMI Jerman yang juga diikuti oleh indeks yang sama untuk Zona Euro. Meski laju Rupiah sempat menguat tipis, jelang rilis pertemuan FOMC aksi beli dolar kian gencar sehingga melemahkan nilai tukar Rupiah.
"Apalagi nilai tukar yen kembali melemah setelah dirilisnya penurunan ekspor-impor Jepang yang berujung pada membengkaknya defisit perdagangannya sehingga seolah memberikan peluang penguatan cukup besar pada USD," ujarnya.
Tidak hanya IHSG, Rupiah pun turut merespon hasil rapat FOMC. Bedanya, IHSG melaju positif namun, Rupiah kian makin tertekan dengan hasil rapat tersebut. Hasil rapat FOMC yang memberikan sinyal pemangkasan stimulus meskipun masih Januari 2014, namun telah membuat spekulasi terhadap aksi beli dolar kian besar.
Sebelumnya, pada penutupan Jumat 20 Desember 2013, melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah ditutup pada level Rp12.168 per USD. Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada penutupan hari ini di level Rp12.245 per USD atau kembali melemah dibandingkan hari sebelumnya di level Rp12.191 per USD. (kie) (wdi)
Sumber :http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/278/915866/masuki-area-oversold-rupiah-tak-bergerak-di-level-rp12-000
"Pelaku pasar kian mencari mata uang yang dinilai save heaven, diantaranya dolar AS dan mungkin juga yen sehingga mata uang yang dinilai high risk seperti Rupiah kian ditinggalkan. Belum banyaknya pelaku pasar yang beralih kepada Rupiah membuat nilai tukarnya belum dapat menguat signifikan dan dolar masih bergerak menguat," ungkap Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada dalam risetnya, Minggu (22/12/2013).
Akan tetapi, penguatan dolar dapat diimbangi dengan apresiasi euro seiring rilis kenaikan trade balance Italia dan indeks manufacturing PMI serta service PMI Jerman yang juga diikuti oleh indeks yang sama untuk Zona Euro. Meski laju Rupiah sempat menguat tipis, jelang rilis pertemuan FOMC aksi beli dolar kian gencar sehingga melemahkan nilai tukar Rupiah.
"Apalagi nilai tukar yen kembali melemah setelah dirilisnya penurunan ekspor-impor Jepang yang berujung pada membengkaknya defisit perdagangannya sehingga seolah memberikan peluang penguatan cukup besar pada USD," ujarnya.
Tidak hanya IHSG, Rupiah pun turut merespon hasil rapat FOMC. Bedanya, IHSG melaju positif namun, Rupiah kian makin tertekan dengan hasil rapat tersebut. Hasil rapat FOMC yang memberikan sinyal pemangkasan stimulus meskipun masih Januari 2014, namun telah membuat spekulasi terhadap aksi beli dolar kian besar.
Sebelumnya, pada penutupan Jumat 20 Desember 2013, melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah ditutup pada level Rp12.168 per USD. Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada penutupan hari ini di level Rp12.245 per USD atau kembali melemah dibandingkan hari sebelumnya di level Rp12.191 per USD. (kie) (wdi)
Sumber :http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/278/915866/masuki-area-oversold-rupiah-tak-bergerak-di-level-rp12-000
Bangun Terminal LPG, Bosowa Grup Siapkan Rp857 Milia
JAKARTA - Grup Energi Bosowa meresmikan Terminal
LPG di Makassar, Sulawesi Selatan. Terminal ini dibangun Grup Bosowa
melalui anak usahanya, PT Bosowa Duta Energasindo.
Pabrik tersebut diresmikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin) Mohamad S.Hidayat Sabtu, (21/12/2013) dihadiri oleh Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Founder Bosowa HM.Aksa Mahmud, Chief Executive Officer Bosowa Erwin Aksa, Managing Director Bosowa Sadikin Aksa, jajaran direksi dan manajemen Bosowa, serta Muspida Tingkat I Sulawesi Selatan.
CEO Bosowa Erwin Aksa mengatakan, proyek tersebut senilai USD70 juta atau sekira Rp857,5 miliar. Selain itu terminal tersebut memiliki kapasitas hingga 10.000 metrik ton gas.
"Terminal dilengkapi fasilitas dermaga dan truk pengangkut yang mampu mendistribusikan elpiji hingga 2.000 metrik ton per hari dan mampu memenuhi kebutuhan elpiji di Sulawesi Selatan hingga 700 metrik ton per hari," ucap Erwin dalam siaran persnya, Jakarta, Sabtu (20/11/2013).
Lebih lanjut menurutnya, kebutuhan energi secara khusus di Sulawesi Selatan seperti gas dan listrik kian meningkat tajam seiring tingginya permintaan konsumsi masyarakat maupun industri.
"Kebutuhan energi akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Bosowa hadir untuk mengantisipasi itu,” ucap Erwin.
Sebelumnya, Bosowa juga telah mengoperasikan pembangkit listrik di Jeneponto (Sulsel) melalui PT Bosowa Energy. Perusahaan ini memproduksi listrik berkapasitas 2 x 125 MW. PLTU ini dibangun diatas lahan seluas 1.000 hektare (ha) dan menelan investasi sekitar USD350 juta. Saat ini, PT Bosowa Energi sedang menjajaki pembangunan PLTU Tahap II berkapasitas 2X125 MW di Jeneponto. (kie) (wdi)
Sumber :http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/19/915850/bangun-terminal-lpg-bosowa-grup-siapkan-rp857-miliar
Pabrik tersebut diresmikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin) Mohamad S.Hidayat Sabtu, (21/12/2013) dihadiri oleh Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Founder Bosowa HM.Aksa Mahmud, Chief Executive Officer Bosowa Erwin Aksa, Managing Director Bosowa Sadikin Aksa, jajaran direksi dan manajemen Bosowa, serta Muspida Tingkat I Sulawesi Selatan.
CEO Bosowa Erwin Aksa mengatakan, proyek tersebut senilai USD70 juta atau sekira Rp857,5 miliar. Selain itu terminal tersebut memiliki kapasitas hingga 10.000 metrik ton gas.
"Terminal dilengkapi fasilitas dermaga dan truk pengangkut yang mampu mendistribusikan elpiji hingga 2.000 metrik ton per hari dan mampu memenuhi kebutuhan elpiji di Sulawesi Selatan hingga 700 metrik ton per hari," ucap Erwin dalam siaran persnya, Jakarta, Sabtu (20/11/2013).
Lebih lanjut menurutnya, kebutuhan energi secara khusus di Sulawesi Selatan seperti gas dan listrik kian meningkat tajam seiring tingginya permintaan konsumsi masyarakat maupun industri.
"Kebutuhan energi akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Bosowa hadir untuk mengantisipasi itu,” ucap Erwin.
Sebelumnya, Bosowa juga telah mengoperasikan pembangkit listrik di Jeneponto (Sulsel) melalui PT Bosowa Energy. Perusahaan ini memproduksi listrik berkapasitas 2 x 125 MW. PLTU ini dibangun diatas lahan seluas 1.000 hektare (ha) dan menelan investasi sekitar USD350 juta. Saat ini, PT Bosowa Energi sedang menjajaki pembangunan PLTU Tahap II berkapasitas 2X125 MW di Jeneponto. (kie) (wdi)
Sumber :http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/19/915850/bangun-terminal-lpg-bosowa-grup-siapkan-rp857-miliar
Kaki Palsu dari RU-VI Ceriakan Penyandang Disabilitas
BALONGAN – Wajah Para penyandang Disabilitas di
Kabupaten Indramayu terlihat ceria. Hal ini dikarenakan adanya bantuan
peralatan untuk penyandang disabilitas dari Pertamina RU VI Balongan.
Bentuk kepedulian sosial dari Pertamina RU VI Balongan ini merupakan bukti nyata bahwa BUMN yang berada di Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu tersebut berkomitment dalam memeberikan perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Pemberian alat bantu Disabilitas ini bertepatan dengan Hari Disabilitas International yang digelar di Pendopo Indramayu, Jalan S Parman Indramayu. Pemberian alat bantu bagi penyandang Disabilitas ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari pertamina yang menginjak usia ke-56 pada 10 Desember 2013. Pertamina RU VI Balongan memberikan alat bantu Disabilitas sebanyak 34 kaki palsu dengan nilai Rp50 Juta.
Alat bantu Disabilitas tersebut diserahkan oleh Legal and General Affairs Manager RU VI Balongan Hendra Nasution didampingi wakil Bupati Indramayu H. Supendi dan perwakilan Kementrian Sosial kepada penerima.
Dalam sambutannya, Hendra mengharapkan bantuan berupa kaki palsu tersebut dapat memberikan kesempatan bagi para penerima untuk semakin mengembangkan kemampuan dan berkarya lebih baik lagi. Tidak hanya itu, Pertamina RU VI sebagai Bapak Angkat dari National Paralympic Commitee (NPC) juga memberikan dukungan bagi para atlet penyandang disabilitas agar dapat lebih berprestasi dan membawa nama harum Kabupaten Indramayu.
Meskipun memiliki kekurangan, namun siswa penyandang disabilitas tersebut juga memiliki kelebihan dan kreatifitas, terbukti pada kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 300 orang tersebut diisi oleh aksi kreatifitas membaca puisi yang membuat decak kagum para undangan dan pejabat yang hadir.
Pertamina RU VI Balongan selain aktif memberikan bantuan berupa alat bantu bagi para penyandang disabilitas, juga aktif dalam program pemberdayaan para penyandang disabilitas melalui program ketenagakerjaan. Sebagai contoh, untuk pembuatan spanduk dan umbul-umbul perusahaan seringkali bekerjasama dengan para penyandang disabilitas guna menambah penghasilan dan pengalaman kerja mereka.
Wakil Bupati Indramayu H. Supendi menyampaikan terima kasihnya kepada Pertamina RU VI Balongan yang telah memberikan bantuan kaki palsu bagi penyandang disabilitas, ia berharap BUMN lain dapat mencontoh RU VI Balongan yang selalu peduli terhadap kondisi masyarakat sekitarnya.
(//)
sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/12/21/320/915606/kaki-palsu-dari-ru-vi-ceriakan-penyandang-disabilitas
Bentuk kepedulian sosial dari Pertamina RU VI Balongan ini merupakan bukti nyata bahwa BUMN yang berada di Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu tersebut berkomitment dalam memeberikan perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Pemberian alat bantu Disabilitas ini bertepatan dengan Hari Disabilitas International yang digelar di Pendopo Indramayu, Jalan S Parman Indramayu. Pemberian alat bantu bagi penyandang Disabilitas ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari pertamina yang menginjak usia ke-56 pada 10 Desember 2013. Pertamina RU VI Balongan memberikan alat bantu Disabilitas sebanyak 34 kaki palsu dengan nilai Rp50 Juta.
Alat bantu Disabilitas tersebut diserahkan oleh Legal and General Affairs Manager RU VI Balongan Hendra Nasution didampingi wakil Bupati Indramayu H. Supendi dan perwakilan Kementrian Sosial kepada penerima.
Dalam sambutannya, Hendra mengharapkan bantuan berupa kaki palsu tersebut dapat memberikan kesempatan bagi para penerima untuk semakin mengembangkan kemampuan dan berkarya lebih baik lagi. Tidak hanya itu, Pertamina RU VI sebagai Bapak Angkat dari National Paralympic Commitee (NPC) juga memberikan dukungan bagi para atlet penyandang disabilitas agar dapat lebih berprestasi dan membawa nama harum Kabupaten Indramayu.
Meskipun memiliki kekurangan, namun siswa penyandang disabilitas tersebut juga memiliki kelebihan dan kreatifitas, terbukti pada kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 300 orang tersebut diisi oleh aksi kreatifitas membaca puisi yang membuat decak kagum para undangan dan pejabat yang hadir.
Pertamina RU VI Balongan selain aktif memberikan bantuan berupa alat bantu bagi para penyandang disabilitas, juga aktif dalam program pemberdayaan para penyandang disabilitas melalui program ketenagakerjaan. Sebagai contoh, untuk pembuatan spanduk dan umbul-umbul perusahaan seringkali bekerjasama dengan para penyandang disabilitas guna menambah penghasilan dan pengalaman kerja mereka.
Wakil Bupati Indramayu H. Supendi menyampaikan terima kasihnya kepada Pertamina RU VI Balongan yang telah memberikan bantuan kaki palsu bagi penyandang disabilitas, ia berharap BUMN lain dapat mencontoh RU VI Balongan yang selalu peduli terhadap kondisi masyarakat sekitarnya.
(//)
sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/12/21/320/915606/kaki-palsu-dari-ru-vi-ceriakan-penyandang-disabilitas
Langganan:
Postingan (Atom)