JAKARTA- Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan
utang luar negeri (ULN) Indonesia hingga Oktober 2013 masih menunjukkan
tren perlambatan. Adapun jumlah sebesar tersebut sebesar USD262,4 miliar
atau turun 5,8 persen secara year on year (yoy) dari bulan sebelumnya
yang mencapai 6,7 persen (yoy).
Mengutip dari Situs Bank
Indonesia, Minggu (22/12/2013), perlambatan pertumbuhan ULN terjadi baik
pada sektor publik maupun sektor swasta. Posisi ULN sektor publik pada
Oktober 2013 mencapai USD125,8 miliar 0,5 persen (yoy) atau melambat
dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,1 persen, sementara ULN
sektor swasta tumbuh stabil dibanding bulan sebelumnya sebesar 11,1
persen mencapai USD136,6 miliar.
Berdasarkan jangka waktu,
komposisi ULN jangka panjang tetap stabil mendominasi ULN Indonesia pada
Oktober 2013 sebesar USD216,1 miliar atau 82,4 persen dari total ULN,
sedangkan ULN jangka pendek sebesar USD46,3 miliar.
ULN
berjangka panjang pada Oktober 2013 tumbuh 5,1 persen secara yoy,lebih
rendah dari rata-rata pertumbuhan periode Januari-September 2013 sebesar
6,8 persen. Sementara ULN berjangka pendek tumbuh sebesar 8,8 persen,
lebih lambat dari rata-rata pertumbuhan periode Januari-September 2013
sebesra 17,7 persen.
Dari sisi kepemilikan, peran dominan ULN
jangka panjang terjadi baik pada ULN publik maupun ULN sektor swasta.
ULN publik berjangka panjang mencapai USD118,8 miliar atau 94,4 persen
dari total ULN sektor publik, sedangkan ULN sektor swasta berjangka
panjang mencapai USD97,4 miliar atau 71,3 persen dari total ULN swasta.
ULN
sektor swasta sebagian besar merupakan ULN swasta nonbank yaitu
mencapai 83,8 persen, sedangkan ULN bank hanya mencapai 16,2 persen.
Sedangkan dari sisi kreditur, sebagian ULN swasta merupakan utang kepada
afiliasi yakni 34,8 persen dari total ULN swasta.
"Baik ULN swasta kepada afiliasi maupun nonafiliasi pada Oktober 2013 tumbuh sekitar 11 persen," tertulis dalam keterangan BI. (kie) (wdi)
Sumber : http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=7997935676137747037#editor/target=post;postID=338032708900133107
Minggu, 22 Desember 2013
Masuki Area Oversold, Rupiah Tak Bergerak di Level Rp12.000
JAKARTA - Laju nilai tukar Rupiah terhadap mata
uang dolar Amerika Serikat (AS) masih terbelenggu dalam zona merah
sepanjang sepekan kemarin. Kian dekatnya pertemuan the Fed, tidak
membuat laju Rupiah keluar dari area oversold malah makin tertekan.
"Pelaku pasar kian mencari mata uang yang dinilai save heaven, diantaranya dolar AS dan mungkin juga yen sehingga mata uang yang dinilai high risk seperti Rupiah kian ditinggalkan. Belum banyaknya pelaku pasar yang beralih kepada Rupiah membuat nilai tukarnya belum dapat menguat signifikan dan dolar masih bergerak menguat," ungkap Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada dalam risetnya, Minggu (22/12/2013).
Akan tetapi, penguatan dolar dapat diimbangi dengan apresiasi euro seiring rilis kenaikan trade balance Italia dan indeks manufacturing PMI serta service PMI Jerman yang juga diikuti oleh indeks yang sama untuk Zona Euro. Meski laju Rupiah sempat menguat tipis, jelang rilis pertemuan FOMC aksi beli dolar kian gencar sehingga melemahkan nilai tukar Rupiah.
"Apalagi nilai tukar yen kembali melemah setelah dirilisnya penurunan ekspor-impor Jepang yang berujung pada membengkaknya defisit perdagangannya sehingga seolah memberikan peluang penguatan cukup besar pada USD," ujarnya.
Tidak hanya IHSG, Rupiah pun turut merespon hasil rapat FOMC. Bedanya, IHSG melaju positif namun, Rupiah kian makin tertekan dengan hasil rapat tersebut. Hasil rapat FOMC yang memberikan sinyal pemangkasan stimulus meskipun masih Januari 2014, namun telah membuat spekulasi terhadap aksi beli dolar kian besar.
Sebelumnya, pada penutupan Jumat 20 Desember 2013, melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah ditutup pada level Rp12.168 per USD. Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada penutupan hari ini di level Rp12.245 per USD atau kembali melemah dibandingkan hari sebelumnya di level Rp12.191 per USD. (kie) (wdi)
Sumber :http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/278/915866/masuki-area-oversold-rupiah-tak-bergerak-di-level-rp12-000
"Pelaku pasar kian mencari mata uang yang dinilai save heaven, diantaranya dolar AS dan mungkin juga yen sehingga mata uang yang dinilai high risk seperti Rupiah kian ditinggalkan. Belum banyaknya pelaku pasar yang beralih kepada Rupiah membuat nilai tukarnya belum dapat menguat signifikan dan dolar masih bergerak menguat," ungkap Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada dalam risetnya, Minggu (22/12/2013).
Akan tetapi, penguatan dolar dapat diimbangi dengan apresiasi euro seiring rilis kenaikan trade balance Italia dan indeks manufacturing PMI serta service PMI Jerman yang juga diikuti oleh indeks yang sama untuk Zona Euro. Meski laju Rupiah sempat menguat tipis, jelang rilis pertemuan FOMC aksi beli dolar kian gencar sehingga melemahkan nilai tukar Rupiah.
"Apalagi nilai tukar yen kembali melemah setelah dirilisnya penurunan ekspor-impor Jepang yang berujung pada membengkaknya defisit perdagangannya sehingga seolah memberikan peluang penguatan cukup besar pada USD," ujarnya.
Tidak hanya IHSG, Rupiah pun turut merespon hasil rapat FOMC. Bedanya, IHSG melaju positif namun, Rupiah kian makin tertekan dengan hasil rapat tersebut. Hasil rapat FOMC yang memberikan sinyal pemangkasan stimulus meskipun masih Januari 2014, namun telah membuat spekulasi terhadap aksi beli dolar kian besar.
Sebelumnya, pada penutupan Jumat 20 Desember 2013, melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah ditutup pada level Rp12.168 per USD. Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada penutupan hari ini di level Rp12.245 per USD atau kembali melemah dibandingkan hari sebelumnya di level Rp12.191 per USD. (kie) (wdi)
Sumber :http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/278/915866/masuki-area-oversold-rupiah-tak-bergerak-di-level-rp12-000
Bangun Terminal LPG, Bosowa Grup Siapkan Rp857 Milia
JAKARTA - Grup Energi Bosowa meresmikan Terminal
LPG di Makassar, Sulawesi Selatan. Terminal ini dibangun Grup Bosowa
melalui anak usahanya, PT Bosowa Duta Energasindo.
Pabrik tersebut diresmikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin) Mohamad S.Hidayat Sabtu, (21/12/2013) dihadiri oleh Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Founder Bosowa HM.Aksa Mahmud, Chief Executive Officer Bosowa Erwin Aksa, Managing Director Bosowa Sadikin Aksa, jajaran direksi dan manajemen Bosowa, serta Muspida Tingkat I Sulawesi Selatan.
CEO Bosowa Erwin Aksa mengatakan, proyek tersebut senilai USD70 juta atau sekira Rp857,5 miliar. Selain itu terminal tersebut memiliki kapasitas hingga 10.000 metrik ton gas.
"Terminal dilengkapi fasilitas dermaga dan truk pengangkut yang mampu mendistribusikan elpiji hingga 2.000 metrik ton per hari dan mampu memenuhi kebutuhan elpiji di Sulawesi Selatan hingga 700 metrik ton per hari," ucap Erwin dalam siaran persnya, Jakarta, Sabtu (20/11/2013).
Lebih lanjut menurutnya, kebutuhan energi secara khusus di Sulawesi Selatan seperti gas dan listrik kian meningkat tajam seiring tingginya permintaan konsumsi masyarakat maupun industri.
"Kebutuhan energi akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Bosowa hadir untuk mengantisipasi itu,” ucap Erwin.
Sebelumnya, Bosowa juga telah mengoperasikan pembangkit listrik di Jeneponto (Sulsel) melalui PT Bosowa Energy. Perusahaan ini memproduksi listrik berkapasitas 2 x 125 MW. PLTU ini dibangun diatas lahan seluas 1.000 hektare (ha) dan menelan investasi sekitar USD350 juta. Saat ini, PT Bosowa Energi sedang menjajaki pembangunan PLTU Tahap II berkapasitas 2X125 MW di Jeneponto. (kie) (wdi)
Sumber :http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/19/915850/bangun-terminal-lpg-bosowa-grup-siapkan-rp857-miliar
Pabrik tersebut diresmikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin) Mohamad S.Hidayat Sabtu, (21/12/2013) dihadiri oleh Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Founder Bosowa HM.Aksa Mahmud, Chief Executive Officer Bosowa Erwin Aksa, Managing Director Bosowa Sadikin Aksa, jajaran direksi dan manajemen Bosowa, serta Muspida Tingkat I Sulawesi Selatan.
CEO Bosowa Erwin Aksa mengatakan, proyek tersebut senilai USD70 juta atau sekira Rp857,5 miliar. Selain itu terminal tersebut memiliki kapasitas hingga 10.000 metrik ton gas.
"Terminal dilengkapi fasilitas dermaga dan truk pengangkut yang mampu mendistribusikan elpiji hingga 2.000 metrik ton per hari dan mampu memenuhi kebutuhan elpiji di Sulawesi Selatan hingga 700 metrik ton per hari," ucap Erwin dalam siaran persnya, Jakarta, Sabtu (20/11/2013).
Lebih lanjut menurutnya, kebutuhan energi secara khusus di Sulawesi Selatan seperti gas dan listrik kian meningkat tajam seiring tingginya permintaan konsumsi masyarakat maupun industri.
"Kebutuhan energi akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Bosowa hadir untuk mengantisipasi itu,” ucap Erwin.
Sebelumnya, Bosowa juga telah mengoperasikan pembangkit listrik di Jeneponto (Sulsel) melalui PT Bosowa Energy. Perusahaan ini memproduksi listrik berkapasitas 2 x 125 MW. PLTU ini dibangun diatas lahan seluas 1.000 hektare (ha) dan menelan investasi sekitar USD350 juta. Saat ini, PT Bosowa Energi sedang menjajaki pembangunan PLTU Tahap II berkapasitas 2X125 MW di Jeneponto. (kie) (wdi)
Sumber :http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/19/915850/bangun-terminal-lpg-bosowa-grup-siapkan-rp857-miliar
Kaki Palsu dari RU-VI Ceriakan Penyandang Disabilitas
BALONGAN – Wajah Para penyandang Disabilitas di
Kabupaten Indramayu terlihat ceria. Hal ini dikarenakan adanya bantuan
peralatan untuk penyandang disabilitas dari Pertamina RU VI Balongan.
Bentuk kepedulian sosial dari Pertamina RU VI Balongan ini merupakan bukti nyata bahwa BUMN yang berada di Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu tersebut berkomitment dalam memeberikan perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Pemberian alat bantu Disabilitas ini bertepatan dengan Hari Disabilitas International yang digelar di Pendopo Indramayu, Jalan S Parman Indramayu. Pemberian alat bantu bagi penyandang Disabilitas ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari pertamina yang menginjak usia ke-56 pada 10 Desember 2013. Pertamina RU VI Balongan memberikan alat bantu Disabilitas sebanyak 34 kaki palsu dengan nilai Rp50 Juta.
Alat bantu Disabilitas tersebut diserahkan oleh Legal and General Affairs Manager RU VI Balongan Hendra Nasution didampingi wakil Bupati Indramayu H. Supendi dan perwakilan Kementrian Sosial kepada penerima.
Dalam sambutannya, Hendra mengharapkan bantuan berupa kaki palsu tersebut dapat memberikan kesempatan bagi para penerima untuk semakin mengembangkan kemampuan dan berkarya lebih baik lagi. Tidak hanya itu, Pertamina RU VI sebagai Bapak Angkat dari National Paralympic Commitee (NPC) juga memberikan dukungan bagi para atlet penyandang disabilitas agar dapat lebih berprestasi dan membawa nama harum Kabupaten Indramayu.
Meskipun memiliki kekurangan, namun siswa penyandang disabilitas tersebut juga memiliki kelebihan dan kreatifitas, terbukti pada kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 300 orang tersebut diisi oleh aksi kreatifitas membaca puisi yang membuat decak kagum para undangan dan pejabat yang hadir.
Pertamina RU VI Balongan selain aktif memberikan bantuan berupa alat bantu bagi para penyandang disabilitas, juga aktif dalam program pemberdayaan para penyandang disabilitas melalui program ketenagakerjaan. Sebagai contoh, untuk pembuatan spanduk dan umbul-umbul perusahaan seringkali bekerjasama dengan para penyandang disabilitas guna menambah penghasilan dan pengalaman kerja mereka.
Wakil Bupati Indramayu H. Supendi menyampaikan terima kasihnya kepada Pertamina RU VI Balongan yang telah memberikan bantuan kaki palsu bagi penyandang disabilitas, ia berharap BUMN lain dapat mencontoh RU VI Balongan yang selalu peduli terhadap kondisi masyarakat sekitarnya.
(//)
sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/12/21/320/915606/kaki-palsu-dari-ru-vi-ceriakan-penyandang-disabilitas
Bentuk kepedulian sosial dari Pertamina RU VI Balongan ini merupakan bukti nyata bahwa BUMN yang berada di Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu tersebut berkomitment dalam memeberikan perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
Pemberian alat bantu Disabilitas ini bertepatan dengan Hari Disabilitas International yang digelar di Pendopo Indramayu, Jalan S Parman Indramayu. Pemberian alat bantu bagi penyandang Disabilitas ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari pertamina yang menginjak usia ke-56 pada 10 Desember 2013. Pertamina RU VI Balongan memberikan alat bantu Disabilitas sebanyak 34 kaki palsu dengan nilai Rp50 Juta.
Alat bantu Disabilitas tersebut diserahkan oleh Legal and General Affairs Manager RU VI Balongan Hendra Nasution didampingi wakil Bupati Indramayu H. Supendi dan perwakilan Kementrian Sosial kepada penerima.
Dalam sambutannya, Hendra mengharapkan bantuan berupa kaki palsu tersebut dapat memberikan kesempatan bagi para penerima untuk semakin mengembangkan kemampuan dan berkarya lebih baik lagi. Tidak hanya itu, Pertamina RU VI sebagai Bapak Angkat dari National Paralympic Commitee (NPC) juga memberikan dukungan bagi para atlet penyandang disabilitas agar dapat lebih berprestasi dan membawa nama harum Kabupaten Indramayu.
Meskipun memiliki kekurangan, namun siswa penyandang disabilitas tersebut juga memiliki kelebihan dan kreatifitas, terbukti pada kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 300 orang tersebut diisi oleh aksi kreatifitas membaca puisi yang membuat decak kagum para undangan dan pejabat yang hadir.
Pertamina RU VI Balongan selain aktif memberikan bantuan berupa alat bantu bagi para penyandang disabilitas, juga aktif dalam program pemberdayaan para penyandang disabilitas melalui program ketenagakerjaan. Sebagai contoh, untuk pembuatan spanduk dan umbul-umbul perusahaan seringkali bekerjasama dengan para penyandang disabilitas guna menambah penghasilan dan pengalaman kerja mereka.
Wakil Bupati Indramayu H. Supendi menyampaikan terima kasihnya kepada Pertamina RU VI Balongan yang telah memberikan bantuan kaki palsu bagi penyandang disabilitas, ia berharap BUMN lain dapat mencontoh RU VI Balongan yang selalu peduli terhadap kondisi masyarakat sekitarnya.
(//)
sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/12/21/320/915606/kaki-palsu-dari-ru-vi-ceriakan-penyandang-disabilitas
MS Hidayat Resmikan Pabrik Semen Senilai Rp1,1 T
JAKARTA - Grup Semen Bosowo, melalui PT Semen
Bosowa Maros kembali sukses meningkatkan kapasitas pabrik semen senilai
Rp1,1 triliun di Maros Sulawesi Selatan. Hal ini merupakan komitmen
kelompok usaha asal Makassar Bosowa untuk membangun industri nasional di
Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Pabrik tersebut diresmikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin) Mohamad S.Hidayat Sabtu, (21/12/2013) dan dihadiri oleh Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Founder Bosowa HM. Aksa Mahmud, Chief Executive Officer Bosowa Erwin Aksa, Managing Director Bosowa Sadikin Aksa, jajaran direksi dan manajemen Bosowa, serta Muspida Tingkat I Sulawesi Selatan.
CEO Bosowa Erwin Aksa mengatakan, dengan peresmian ini, Semen Bosowa Maros akan meningkatan produksi klinker dari 5.500 menjadi 7.200 ton per hari. Dengan demikian, Semen Bosowa Maros nantinya akan memproduksi semen empat juta ton per tahun.
"Dan dimulainya pengoperasian penggilingan semen sebesar 1,8 juta ton per tahun,” ujar Erwin dalam siaran persnya, Jakarta, Sabtu (20/12/2013).
Saat ini, Semen Bosowa memproduksi semen sebesar 3,5 juta ton per tahun dari baik dari Semen Bosowa Maros maupun Semen Bosowa di Batam, Kepulauan Riau. Dengan beroperasinya line II tersebut, total produksi Semen Bosowa secara keseluruhan akan menjadi 5,2 juta per tahun.
Erwin mengharapkan, dengan beroperasinya pabrik line II ini akan mendorong akselerasi pembangunan di Kawasan Timur Indonesia, utamanya memenuhi kebutuhan semen untuk pembangunan infrastruktur.
"Peningkatan ini merupakan bentuk komitmen Bosowa membangun infrastruktur di KTI. Sebab KTI ini masih sangat tertinggal. Industri dan infrastruktur harus digenjot, sekaligus agar wilayah ini siap menampung limpahan industri dari Pulau Jawa," papar Erwin. (kie) (wdi)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/320/915846/ms-hidayat-resmikan-pabrik-semen-senilai-rp1-1-t
Pabrik tersebut diresmikan oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin) Mohamad S.Hidayat Sabtu, (21/12/2013) dan dihadiri oleh Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Founder Bosowa HM. Aksa Mahmud, Chief Executive Officer Bosowa Erwin Aksa, Managing Director Bosowa Sadikin Aksa, jajaran direksi dan manajemen Bosowa, serta Muspida Tingkat I Sulawesi Selatan.
CEO Bosowa Erwin Aksa mengatakan, dengan peresmian ini, Semen Bosowa Maros akan meningkatan produksi klinker dari 5.500 menjadi 7.200 ton per hari. Dengan demikian, Semen Bosowa Maros nantinya akan memproduksi semen empat juta ton per tahun.
"Dan dimulainya pengoperasian penggilingan semen sebesar 1,8 juta ton per tahun,” ujar Erwin dalam siaran persnya, Jakarta, Sabtu (20/12/2013).
Saat ini, Semen Bosowa memproduksi semen sebesar 3,5 juta ton per tahun dari baik dari Semen Bosowa Maros maupun Semen Bosowa di Batam, Kepulauan Riau. Dengan beroperasinya line II tersebut, total produksi Semen Bosowa secara keseluruhan akan menjadi 5,2 juta per tahun.
Erwin mengharapkan, dengan beroperasinya pabrik line II ini akan mendorong akselerasi pembangunan di Kawasan Timur Indonesia, utamanya memenuhi kebutuhan semen untuk pembangunan infrastruktur.
"Peningkatan ini merupakan bentuk komitmen Bosowa membangun infrastruktur di KTI. Sebab KTI ini masih sangat tertinggal. Industri dan infrastruktur harus digenjot, sekaligus agar wilayah ini siap menampung limpahan industri dari Pulau Jawa," papar Erwin. (kie) (wdi)
Sumber : http://economy.okezone.com/read/2013/12/22/320/915846/ms-hidayat-resmikan-pabrik-semen-senilai-rp1-1-t
Minggu, 01 Desember 2013
Tugas 5 Bahasa Indonesia
Tugas 5 Bahasa Indonesia
"Buatlah contoh sebuah
paragraf:"
1. Generalisasi
2. Analogi
3. Sebab – Akibat (kausalitas)
1. Generalisasi
Untuk
menjadi asisten Laboraturium Akuntansi Dasar (AKDAS) Universitas Gunadarma,
syarat utamanya adalah mahasiswa Universitas Gunadarma. Akan tetapi, tidak
cukup mahasiswa Universitas Gunadarma saja. Calon asisten harus memiliki Indeks
Prestasi minimal 3,00. Calon asisten juga harus menguasai mata kuliah Pengantar Akuntansi 1 dan 2,dan juga menguasai program –
program komputer dengan baik. Jika semua persyaratan sudah terpenuhi, mereka
harus lulus serangkaian tes yang diselenggarakan oleh Laboraturium Akuntansi Dasar Universitas Gunadarma. Jadi,
memang tidak mudah untuk dapat diterima menjadi asisten Laboraturium Akuntansi Dasar Universitas Gunadarma.
2. Analogi
Kendaraan
tradisional Andong dan Becak, memiliki fungsi yang sama. Yaitu untuk
mengantarkan penumpang ke tempat tujuannya. Perbedaan kendaraan tradisional
tersebut terletak pada alat penggeraknya. Kalau, Andong digerakan oleh tenaga
hewan (seperti Kuda) lalu diarahkan oleh seorang kusir untuk menjalakannya,
sedangkan Becak digerakan oleh tenaga manusia melalui kayuhan kaki, seperti
kayuhan sepeda. Kedua kendaraan tradisional ini sangat membantu untuk
mengurangi polusi, karena tidak mencemarkan udara / lingkungan. Selain itu, Andong
dan Becak dapat melestarikan atau memperkenalkan kendaraan tradisonal jaman
dahulu kepada anak – anak jaman sekarang.
3. Sebab-akibat (kausalitas)
Belakangan
ini, diberita sering kali membicarakan pengendara kendaraan pribadi maupun
kendaraan umum yang melanggar aturan, menerobos jalus tranjakarta / busway. Dikarenakan
tidak ingin terjebak macet, akibatnya mereka nekat untuk menerobos jalur
transjakarta. Mereka berfikir, lebih baik melanggar aturan dan menerobos jalur
transjakarta dibandingkan harus menikmati kemacetan Jakarta.
Tugas 4 Bahasa Indonesia
Tugas 4 Bahasa Indonesia
"Buatlah kerangka
karangan sesuai contoh kasus yang anda pilih !"
Topik : Kegiatan
Peduli Aids Indonesia
1. Kegiatan Akademis
2. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat
3. Kegiatan Memperingati Hari Aids Sedunia
Kegiatan Peduli Aids
Indonesia
Persatuan Pemuda –
Pemudi Indonesia Periode 2013-2014
1. Kegiatan Akademis
1.1 Kegiatan Seminar
Memberikan
informasi kepada masyarakat luas, terutama untuk kalangan muda, mengenai
penyebab dan dampak dari Aids. Seminar diadakan atau bekerja sama dengan Badan
Eksekutif Mahasiswa Universitas – universitas.
2. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat
2.1
Partisipasi Persatuan Pemuda – Pemudi Indonesia dalam membantu korban Aids,
umumnya pada anak kecil atau balita yang terkena Aids akibat keadaan /
dikarenakan orang tua nya.
2.2
Partisipasi Persatuan Pemuda – Pemudi Indonesia dalam memberikan informasi
mengenai atau mencegah dari Aids, agar tidak ada korban Aids, dan selamatkan
wanita dan anak-anak seluruh dunia dari Aids.
3. Kegiatan Memperingati Hari Aids Sedunia
3.1 Karnaval dan Hiburan
Memperingati
hari Aids sedunia dengan cara memberikan hiburan dan karnaval. Seperti; hiburan
musik atau karnaval sepada hias keliling Jakarta atau spot – spot tertentu. Dimana,
pesertanya diikuti oleh anak sekolah / pelajar, mulai dari Sekolah Dasar sampai
Mahasiswa.
Langganan:
Postingan (Atom)